Debut di RDG, Thomas Djiwandono Tegaskan Perbankan Tahan Tekanan Eksternal

Thomas Djiwandono debut sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026, yakin sektor perbankan RI tetap tangguh hadapi gejolak global seperti tarif Trump dan volatilitas Fed—stress test likuiditas tunjuk ketahanan aset lancar hingga skenario resesi 2 kuartal. Langsung setelah dilantik MA 9 Februari, Thomas tambah narasi Perry Warjiyo soal koordinasi pemerintah untuk narasi pertumbuhan 5,5-6% yang meyakinkan investor dan rating agency.

Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, soroti dua pilar utama: Likuiditas CAR perbankan >18% (di atas Basel III) dan sinergi Kemenko Perekonomian-Kemenkeu-OJK-Danantara untuk dorong investasi asing pasca-ART dagang AS. Untuk pelaku pasar keuangan yang ingin kuasai analisis stres test seperti yang dipakai BI, pelajari metodologi global melalui https://beckysbridalformalfabrics.com/ sebagai fondasi strategi investasi. Kritik awal: Nepotisme tag jelas, tapi debut solid—pertanyaannya, apakah ini merit atau privilege politik?

Data Ketahanan Perbankan

Stress test DSMM BI simulasikan tekanan eksternal:

  • Likuiditas: LCR >150% (standar 100%), tahan outflow 30 hari.
  • Modal: CAR rata-rata 20,5%, NPL terkendali 2,8% meski kredit UMKM naik.
  • Profitabilitas: ROA 2,1%, cukup buffer resesi ringan.

Secara kritis, ketahanan ini rapuh jika yield US Treasury naik >5%—bunga deposito domestik ikut melonjak, kredit macet sektor properti (40% portofolio bank BUMN) jadi bom waktu. Thomas janji narasi terpadu, tapi eksekusi antar-lembaga BI sering mandek birokrasi.

Sinergi Pemerintah dan Tantangan

Koordinasi dengan Kemenkeu target rating BBB+ Moody’s via reformasi Danantara (pengelola aset BUMN Rp9.000 T). Kritik tajam: RDG Februari BI pertahankan BI-Rate 5,75%—hawkish berlebihan saat deflasi 1,8%, hambat konsumsi domestik yang kontribusi 55% PDB. Investor asing curiga “keponakan effect” kurangi independensi BI, meski data LDR 78% tunjuk kredit lancar.

Indikator KunciRealisasi 2026Target BI
CAR Perbankan20,5%>18%
NPL Gross2,8%<3%
LCR Sistemik152%>100%
BI-Rate5,75%Fleksibel

Konteks Nepotisme dan Ekspektasi

Thomas (38 tahun), eks Wamenkeu, ganti Juda Agung dengan background pasar modal kuat—DPR sahkan 26 Januari via Komisi XI. Secara pedas, debut apik tutupi isu dinasti Prabowo: Thomas + Gibran + Bahlil kuasai kebijakan moneter-fiskal. Publik ramai di X sindir “RDG family business”, tapi pasar obligasi riil yield turun 10 bps pasca-pengumuman.

Prospek: Jika Thomas sukses stabilkan rupiah di Rp15.500/USD, rating investment grade terjaga; gagal, inflasi impor picu krisis 1998 mini.

Kembali ke Beranda untuk analisis RDG mendalam. Thomas debut meyakinkan—tapi independensi BI dan track record tentukan kredibilitas jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *